MajahNews.Com - Diary Jafar Hasibuan

Mengenal Ilmuwan Muda Dunia

M Ja'far Hasibuan Ilmuwan

Situs Ini dipersembahkan kepada publik, untuk mengenal sosok Muhammad Ja'far Hasibuan lebih dekat lagi. Kisah perjalanan panjang Ilmuwan muda Dunia Muhammad Ja'far Hasibuan.

Anda tertarik gabung dengan Ja'far?

Muhammad Ja'far Hasibuan adalah pemilik/owner Biofar Shrimp Skincare yang memproduksi obat herbal yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Untuk usaha ini, Ja'far membuka peluang usaha bagi yang ingin bergabung dalam jarigan /network.

Ja'far Dalam Berita

Seluruh berita yang tertera dibawah ini adalah hasil liputan media nasinal dan luar negeri, disajikan kembali untuk publik, baik berupa media cetak, radio, televisi dan vicon.

Inovasi Ja'far Hasibuan Soal Terasi Buat Kagum Pengusaha Brunai Darussalam

  Inovasi Ja'far Hasibuan Soal Terasi Buat Kagum Pengusaha Brunai Darussalam

Setelah Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi temuan Muhammad Ja’far Hasibuan, pemuda asal Sumatera Utara yang berhasil menginovasi bahan olahan terasi menjadi obat kulit luar dan dalam bagi manusia dan hewan, kini pengusaha farmasi asal Brunai Darussalam ikut merespon.

"Itu temuan yang cerdik dan pintar. Saat yang lain hanya bicara terasi sebagai bagian dari bumbu masak, beliau mampu membuat terobosan menjadi sebuah obat kulit. Ya, patutlah kita beri apresiasi," kata Datuk Mohamed Yosuf Al Haj, pengusaha Brunai yang malam ini tengah mengikuti acara Konvensi di kota Solo, jawa tengah. (13/10).

Menurut Datuk, sudah sepantasnya jika pemerintah Indonesia memberi perhatian khusus atas temuan ini. Karena, saat dunia pasar bebas sudah diberlakukan seperti saat ini, kekayaan intelektual yang sekiranya memberi manfaat ekonomi kedepannya harus ditampung dan dikembangkan.

"Itu hal kecil tapi bisa berdampak luar biasa. Bila dikembangkan, sangat mungkin memberi wadah bagi tenaga kerja yang cukup besar. Selain tentunya, mempunyai nilai ekonomis makro," ungkap Datuk, kepada erajateng.com, malam ini.

Datuk menilai, jika sekelas China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) dan WIIPA Special Award World Invention Intelektual Property Association saja sudah mengakui temuan dan keilmuan Ja'far, maka sepatutnya ada pihak yang memfasilitasi dari temuan tersebut.

Memang diakui oleh Ja'far, pihaknya pernah diundang oleh Menteri Koperasi Dan UKM RI Drs.Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga terkait prestasi yang telah mengalahkan 193 negara di dunia dibawah PBB dalam event CSITF di China beberapa bulan lalu.

"Tapi sejauh ini belum ada pembicaraan detail tentang produksi obat secara masal dengan beliau. Ya, masih terbatas memberi ucapan selamat saja," terang Ja'far, hari ini.

Justru, kata Ja'far, sejak ia tampil di acara hitam putih di Trans7 mulai banyak yang mengontak.

"Sudah banyak yang kontak, bahkan ada ribuan yang hendak minta dan membeli obat ini. Sayangnya, saya masih mengerjakannya secara konvesional, sehingga belum dapat memproduksi secara masal," terang Ja'far.

Diakui oleh Ja'far, sudah ada beberapa pihak koorporasi yang sudah menghubungi, namun sejauh ini belum ada yang cocok.

"Alasannya, karena saya ingin, jika Allah berkehendak untuk dibuatkan pabrik, biarlah diisi oleh putra putri negeri ini saja, tak perlu harus tenaga kerja asing. Itu niat dan harapan saya," pungkas Ja'far, yang kini tengah sibuk mempersiapkan agenda Santri Enterpreneurship di Sumatera Utara.

Ninoy Asegaf



Usai Bertemu Ilmuwan Muda Ini, Dr Ilham Habibie Pun Menangis ...Ada Apa?

  Usai Bertemu Ilmuwan Muda Ini, Dr Ilham Habibie Pun Menangis ...Ada Apa?

Manusia hanya bisa berikhtiar, namun segala sesuatu hanya Allah jua yang menentukan. Kalimat bernada verbal ini patut di sematkan bagi  Ilmuwan muda asal sumut, penemu obat kulit untuk manusia dan hewan luar/dalam, Muhammad Ja’far Hasibuan.

Pasalnya, mimpi Ja'far ingin bertemu Prof Dr BJ Habibie pada tanggal 17 Agustus lalu tak kesampaikan, karena mantan Presiden RI itu harus menjalani sejumlah perawatan di Rumah Sakit.

Hingga akhir hayatnya, Ja'far masih mengenang cerita itu. Namun skenario Allah ternyata lebih indah dari sekedar yang ia bayangkan. Pasalnya, hari ini, Selasa (30/09) Ja'far dipertemukan dengan Dr. Ilham Habibie, putra  Prof Dr BJ Habibie di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

"Alhamdulillah, silahturahmi, tukar pikiran dan saling berbagi ilmu kekinian dengan ilmuwan hebat seperti Bapak Dr. Ilham Habibie terkabul hari ini. Saya senang, saya bangga, sekaligus mengobati kerinduan saya terhadap almarhum Bapak BJ Habibie seperti terbayarkan," kata Ja'far usai pertemuan yang hangat dengan Dr. Ilham Habibie, sore tadi.

Banyak hal yang dibicarakan Ja'far dengan Dr. Ilham Habibie sore ini. Namun Ja'far tak menguraikan semua. Menurutnya, pertemuan berjalan sangat hangat dan smart. Bahkan karena saking hangatnya, Dr. Ilham Habibie sempat menangis dalam pertemuan itu.

"Ya kita masih bicara seputar pengalaman bagaimana riset keilmuan tentang obat. Tentunya, kita membahas bagaimana produk obat ini bisa maju kedepan. Utamanya bisa memberi banyak manfaat bagi sesama, insha Allah," terang Ja'far yang kini makin sibuk pasca menjadi Host dalam acara “Hitam Putih”, pada Senin (23/9/2019) lalu.

Sebelumnya, Muhammad Ja’far Hasibuan (27) Juara Dunia di Shanghai China yang berhasil memenangkan kompetisi para ilmuwan di China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) ini, juga baru saja menerima penghormatan sebagai Santri Enterprenership tahun 2019, berkat jasa-jasa dan hasil penemuannya.

Meski demikian, Ketua ICMI Orsat di pelosok Medan ini terus saja belajar dan menggali tentang obat dan farmasi. Menurutnya, proses pembelajaran itu juga bisa didapat dari para seniornya.

"Termasuk hari ini, Saya datang kepada Bapak Dr. Ilham Akbar Habibie, Waketum ICMI karena ingin mendapatkan masukan serta bimbingan dari Bapak Ilham atas prestasi saya ini," ungkapnya.

Alasan lainnya, imbuh Ja'far, agar saya tidak dipungut orang luar dan dimanfaatkan orang luar.

"Alhamdulillah, saya bisa bertemu dengan Dr. Sri Astuti, seorang Dokter Specialist Kulit yang banyak memberi masukan dan bimbingan berhargaselama ini," pungkasnya.

Aisya Syifa


Senin Malam Live Di Hitam Putih TRANS 7, Kisah Ilmuwan Muhammad Ja’far Hasibuan

  Senin Malam Live Di Hitam Putih TRANS 7, Kisah Ilmuwan Muhammad Ja’far Hasibuan

Ilmuwan muda asal sumut  dan penemu obat kulit untuk manusia dan hewan luar/dalam, Muhammad Ja’far Hasibuan menjadi Host dalam acara “Hitam Putih” yang akan Live Pukul 18.00 WIB, pada Senin (23/9/2019).

Diketahui sebelumnya, Muhammad Ja’far Hasibuan (27) Juara Dunia Di Shanghai China berhasil memenangkan kompetisi para ilmuwan di China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) dan WIIPA Special Award World Invention Intelectual Property Association.

Dia berhasil menyumbangkan medali emas dan WIIPA Special Award bagi Indonesia lewat penemuannya yaitu obat kulit untuk manusia dan hewan luar/dalam.

Dalam Hitam Putih TRANS 7, Senin 23 September 2019 Live Pukul 18.00 WIB dirinya bercerita, sejak Kelas 4 SD sampai kuliahnya telah mandiri membiayai sekolahnya sendiri, sehingga saat ini telah mendapatkan berbagai penghargaan dari segala perlombaan dan meraih segudang prestasi.

Pada wartawan dia menceritakan kisah hidupnya, biasanya orang-orang memanggilnya dengan panggilan Ja’far. Sejak Kls 4 SD ia mulai mencari uang sekolah bekerja sebagai kuli buruh kasar dari hasil jasa mengangkat barang barang dagangan di pasar atau pekan Aek Godang, Padang Lawas Utara setiap hari minggunya.

Semasa di bangku Kelas 1 MTs dan Kls 3  MAS, ia merintis usaha KUD Kejora bersama pamannya Alm Hasanuddin Hasibuan di Tapanuli Selatan, kisahnya tersebut berawal dari jualan minyak bensin, solar dan minyak tanah sebuah gubuk  pondok kecil.

Dia diasuh uwa'nya dari Kls 1 MTs sambil bersekolah. Tiap hari perjuangan Ja’far sunggung sedih. Ja'far keci berjuang bantu uwa'nya demi cari uang sekolahnya yang saat itu di Pondok Pesantren Nurul Falah Tamosu Panompuan, mendapat pelajaran dari sang uwa.

"Teringat aku, saat ini uwa' telah tiada," katanya, sambil berlinang air mata.

Saat itu, dimana masa SMP dan SMA memanfaatkan hidupnya belajar berdagang dan menghendel sebuah perusahaan uwanya yang kala itu ja’far masih kecil sudah memegang uang jutaan di percaya oleh uwanya di setiap penjualan dan urusan setor menyetor Ke Bank.

Usai sholat shubuh Ja’far biasa sudah berkemas dan karena Ia sudah di percaya sama uwa'nya, mulai dari aktivitas setor penjualan ke Bank Sumut yang jarak tempuh dari usaha sekitar 27 KM ke Kota Padang Sidimpuan iapun berani.

Padahal, kala itu ia masih di bangku sekolah SMP dan memang betul di tempa uwa'nya selama itu agar anak yang mandiri kelak meningkat menjadi usaha besar.

Seusai tamat MAS (setingkat SMA), ia di berangkatkan ke Medan oleh uwa' kandungnya Almarhum Hasanuddin Hasibuan tersebut dan dengan hanya berbekal uang ongkos Bus SAMPAGUL Rp.80.000  ke Kota Medan.

Sesampainya ke Kota Medan, ia pun kehabisan uang dan tak tahu kemana arah dan tujuannya, sementara cita – citanya yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi harus bisa di gapainya, ia pun lantas tak berputus asa, setelah tiba di Kota Medan, Ja'far pun berkerja di salah satu grosir bahan material bangunan tepatnya di Deli Tua,  Toko Samura Jaya.

Setahun pun berlalu, kemudian ia mendaftarkan diri masuk kuliah ke perguruan tinggi. Saat itu ia harus berpikir keras agar mendapatkan uang kuliah yang harus di bayarkan.

Akhirnya, Ja'far kembali berjuang untuk kuliahnya dengan menjumpai sebuah perusahaan roti. Ia pun berkerja sebagai pedagang roti, tanpa gengsi dan tanpa malu, ia mengayuh gerobak sepeda angin (sepeda onthel, red) itu untuk membiayai hidup dan kuliahnya.

Pekerjaan sebagai pedagang roti terus ia lakoni sejak awal kuliah sampai wisuda, kegiatan itu terpaksa ia lakukan demi untuk membiayai hidup dan kuliahnya.

Tidak sampai di situ, sepulang dari kuliah di sore hari, ia pun melanjutkan perjuangan hidupnya lagi dengan berjualan di terminal Amplas, tepatnya di Jalan Sisingamaraja Medan.

Menjajakan barang dagangan rotinya dari loket ke loket. Hampir semua loket bus yang ada di Amplas di datanginya. Berdagang roti itu pun di lanjutkan hingga sampai larut malam, kemudian berlanjut berjualan lagi sampai ke Pasar Simpang Limun, bahkan sampai fajar pagi, ia masih menjajakan dagangan rotinya itu.

Semasa kuliah itu, ia jarang tidur di malam hari, bahkan ia sampai tertidur diatas grobak roti untuk menghabiskan jualannya.

Tiap harinya selama 4 tahun kuliah dan sambil mengerjakan tugas kuliah di atas grobak roti. Ia juga pernah mengalami merasakan saat grobak rotinya di tabrak sepeda motor di waktu malam, grobak roti itu hancur, mulai dari steling kaca semua hancur. Beruntung Ja’far selamat.

Itulah cerita singkat perjuangan hidup Muhammad Ja’far Hasibuan sang Ilmuwan asal Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara yang merantau ke Medan demi untuk membiayai kuliahnya.

Muhammad Ja’far Hasibuan adalah anak ke 2 dari 10 bersaudara, ia terus mengenang getirnya pahit kehidupan ini, seringkali ia tidur diatas grobak rotinya, mengalami perihnya hidup sebagai pedagang.

Ja'far menceritakan, jika pernah suatu hari dagangannya hilang dan terkadang hasil jualanpun pun pernah di curi preman saat ia letih dan tertidur diatas grobak sepeda anginnya itu.

Ilmuwan Muhammad Ja’far Hasibuan adalah salah satu Alumnus Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Pria bertubuh gempal ini lahir pada tahun 1992 di Desa Sampuran Simarloting, Kecamatan Halu Sihapas Padang Lawas Utara.

Kampung halamannya tersebut merupakan desa tertinggal yang sulit dijangkau, karena akses transportasi jalan yang rusak. Walau perjalanan menuju kampus membutuhkan waktu hampir 12 jam dan ditambah pula perekonomian keluarga yang serba terbatas, ia tetap bersemangat menuntut ilmu hingga ke Kota Medan, demi masa depan yang lebih baik.

Berbagai kompetisi dan lomba pun diikutinya, hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan. Demikian kisah Muhammad Ja'far Hasibuan.

Seperti diketahui, Muhammad Ja'far Hasibuan adalah peraih medali emas berkat penemuannya, Biofar Shrimp Skin Care berupa singkatan dari BIO yang berarti alami, FAR berasal dari penggalan nama penemu Ja’Far, SHRIMP yang berarti udang halus kecil (bahan baku) dan SKINCARE yang mengindikasikan obat tradisional yang mampu menyembuhkan luka maupun penyakit kulit  yakni obat kulit bagi manusia dan hewan.

Bagaimana kisah Ja'far selanjutnya?

"Tonton kisah saya di Hitam Putih Live Senin 23 Seprtember 2019 Pukul 18:00 WIB," katanya, hari ini.

Sumber: Mahapos


Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H Terpilih Menjadi Kepala Baharkam Polri, Begini Respon Ilmuwan Muda Ini

https://www.erajateng.com/2019/12/irjen-pol-drs-agus-andrianto-sh-mh.html

Beberapa hari lalu, Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan TR terbaru terkait mutasi pada sejumlah perwira tinggi Polri.

Dalam mutasi terbaru Polri itu juga terjadi pergeseran Kabaharkam dari Komjen Firli Bahuri kepada Irjen Agus Andrianto yang saat ini menjabat Kapolda Sumut.

Kabar ihwal terpilihnya Agus Andrianto menjadi Kepala Baharkam Polri mendapat apresiasi ilmuwan muda Sumut Muhammad Ja'far Hasibuan, penemu obat kulit luar dalam bagi hewan dan manusia yang telah di akui dunia tersebut.

"Saya apresiasi sekali atas terpilihnya ayahanda kami tercinta, Agus Andrianto menjadi Kepala Baharkam Polri. Beliau figur yang sangat peduli dengan rakyat kecil, selalu mengayomi dan sangat tawadhu," ujar Ja'far, hari ini.(07/12).

Ja'far mengaku sangat dekat dengan sosok orang nomor satu di jajaran Polri Sumatera Utara itu. Terlebih akhir-akhir ini ia beberapa kali menjadi nara sumber pada kegiatan dilingkup Polri Sumatera Utara.

"Bagi kami, tak hanya sekedar apresiasi yang kami sampaikan, tapi juga teriring doa bagi ayahanda kami Agus Andrianto, utamanya bagi para santri dan anak yatim piatu binaan kami disini, hampir seminggu sekali menggelar pengajian untuk mendoakan saudara-saudara kami semua," ungkap Ja'far yang juga membina santri dan yatim piatu di Asahan, Sumut.

Jafar berharap dengan terpilihnya Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H sebagai Kepala Baharkam Polri kelak, Indonesia makin aman dan tentram.

Seperti diketahui, Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan yang mencakup pemeliharaan dan upaya peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri.

"Itu tugas yang berat, namun saya yakin dan percaya ayahanda kami Agus Andrianto mampu melaksanakan tugas negara itu," pungkas Jafar.

Terkait hal ini, ilmuwan muda penemu obat kulit luar dan dalam bagi hewan dan manusia itu dalam waktu dekat akan membangun pabrik Biofar Shrimp Skincare di Asahan, Sumatera Utara. Inshaa Allah, launching pembangunan pabriknya minggu depan akan diresmikan.

Bahkan minggu lalu, lokasi pabrik Jafar itu sudah dikunjungi Kapolres Asahan. Kunjungan tersebut juga bagian dari upaya peresmian pabrik tersebut, yang insha Allah akan dilakukan oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.

"Tentu saja kami berharap ayahanda kami Agus Andrianto berkenan untuk meresmikannya. Karena di pabrik ini kelak akan memberi kontribusi bagi terciptanya lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, dan utamanya menggerakkan para santri disini agar berkarya nyata dan menjadi penggerak perekonomian masyarakat," ucap Jafar, mengakhiri.

■ sumber : Erajateng



History Ilmuwan Ja’far Hasibuan Malam Ini Tayang Di Hitam Putih Trans7


MAJAHNEWS.COM ■ Ilmuwan muda asal sumut  dan penemu obat kulit untuk manusia dan hewan luar/dalam, Muhammad Ja’far Hasibuan menjadi Host dalam acara “Hitam Putih” yang akan Live Pukul 18.00 WIB, pada Senin (23/9/2019).

Diketahui sebelumnya, Muhammad Ja’far Hasibuan (27) Juara Dunia Di Shanghai China berhasil memenangkan kompetisi para ilmuwan di China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) dan WIIPA Special Award World Invention Intelectual Property Association.

Dia berhasil menyumbangkan medali emas dan WIIPA Special Award bagi Indonesia lewat penemuannya yaitu obat kulit untuk manusia dan hewan luar/dalam.

Dalam Hitam Putih TRANS 7, Senin 23 September 2019 Live Pukul 18.00 WIB dirinya bercerita, sejak Kelas 4 SD sampai kuliahnya telah mandiri membiayai sekolahnya sendiri, sehingga saat ini telah mendapatkan berbagai penghargaan dari segala perlombaan dan meraih segudang prestasi.

Pada wartawan dia menceritakan kisah hidupnya, biasanya orang-orang memanggilnya dengan panggilan Ja’far. Sejak Kls 4 SD ia mulai mencari uang sekolah bekerja sebagai kuli buruh kasar dari hasil jasa mengangkat barang barang dagangan di pasar atau pekan Aek Godang, Padang Lawas Utara setiap hari minggunya.

Semasa di bangku Kelas 1 MTs dan Kls 3  MAS, ia merintis usaha KUD Kejora bersama pamannya Alm Hasanuddin Hasibuan di Tapanuli Selatan, kisahnya tersebut berawal dari jualan minyak bensin, solar dan minyak tanah sebuah gubuk  pondok kecil.

Dia diasuh uwa'nya dari Kls 1 MTs sambil bersekolah. Tiap hari perjuangan Ja’far sunggung sedih. Ja'far keci berjuang bantu uwa'nya demi cari uang sekolahnya yang saat itu di Pondok Pesantren Nurul Falah Tamosu Panompuan, mendapat pelajaran dari sang uwa.

"Teringat aku, saat ini uwa' telah tiada," katanya, sambil berlinang air mata.

Saat itu, dimana masa SMP dan SMA memanfaatkan hidupnya belajar berdagang dan menghendel sebuah perusahaan uwanya yang kala itu ja’far masih kecil sudah memegang uang jutaan di percaya oleh uwanya di setiap penjualan dan urusan setor menyetor Ke Bank.

Usai sholat shubuh Ja’far biasa sudah berkemas dan karena Ia sudah di percaya sama uwa'nya, mulai dari aktivitas setor penjualan ke Bank Sumut yang jarak tempuh dari usaha sekitar 27 KM ke Kota Padang Sidimpuan iapun berani.

Padahal, kala itu ia masih di bangku sekolah SMP dan memang betul di tempa uwa'nya selama itu agar anak yang mandiri kelak meningkat menjadi usaha besar.

Seusai tamat MAS (setingkat SMA), ia di berangkatkan ke Medan oleh uwa' kandungnya Almarhum Hasanuddin Hasibuan tersebut dan dengan hanya berbekal uang ongkos Bus SAMPAGUL Rp.80.000  ke Kota Medan.

Sesampainya ke Kota Medan, ia pun kehabisan uang dan tak tahu kemana arah dan tujuannya, sementara cita – citanya yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi harus bisa di gapainya, ia pun lantas tak berputus asa, setelah tiba di Kota Medan, Ja'far pun berkerja di salah satu grosir bahan material bangunan tepatnya di Deli Tua,  Toko Samura Jaya.

Setahun pun berlalu, kemudian ia mendaftarkan diri masuk kuliah ke perguruan tinggi. Saat itu ia harus berpikir keras agar mendapatkan uang kuliah yang harus di bayarkan.

Akhirnya, Ja'far kembali berjuang untuk kuliahnya dengan menjumpai sebuah perusahaan roti. Ia pun berkerja sebagai pedagang roti, tanpa gengsi dan tanpa malu, ia mengayuh gerobak sepeda angin (sepeda onthel, red) itu untuk membiayai hidup dan kuliahnya.

Pekerjaan sebagai pedagang roti terus ia lakoni sejak awal kuliah sampai wisuda, kegiatan itu terpaksa ia lakukan demi untuk membiayai hidup dan kuliahnya.

Tidak sampai di situ, sepulang dari kuliah di sore hari, ia pun melanjutkan perjuangan hidupnya lagi dengan berjualan di terminal Amplas, tepatnya di Jalan Sisingamaraja Medan.

Menjajakan barang dagangan rotinya dari loket ke loket. Hampir semua loket bus yang ada di Amplas di datanginya. Berdagang roti itu pun di lanjutkan hingga sampai larut malam, kemudian berlanjut berjualan lagi sampai ke Pasar Simpang Limun, bahkan sampai fajar pagi, ia masih menjajakan dagangan rotinya itu.

Semasa kuliah itu, ia jarang tidur di malam hari, bahkan ia sampai tertidur diatas grobak roti untuk menghabiskan jualannya.

Tiap harinya selama 4 tahun kuliah dan sambil mengerjakan tugas kuliah di atas grobak roti. Ia juga pernah mengalami merasakan saat grobak rotinya di tabrak sepeda motor di waktu malam, grobak roti itu hancur, mulai dari steling kaca semua hancur. Beruntung Ja’far selamat.

Itulah cerita singkat perjuangan hidup Muhammad Ja’far Hasibuan sang Ilmuwan asal Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara yang merantau ke Medan demi untuk membiayai kuliahnya.

Muhammad Ja’far Hasibuan adalah anak ke 2 dari 10 bersaudara, ia terus mengenang getirnya pahit kehidupan ini, seringkali ia tidur diatas grobak rotinya, mengalami perihnya hidup sebagai pedagang.

Ja'far menceritakan, jika pernah suatu hari dagangannya hilang dan terkadang hasil jualanpun pun pernah di curi preman saat ia letih dan tertidur diatas grobak sepeda anginnya itu.

Ilmuwan Muhammad Ja’far Hasibuan adalah salah satu Alumnus Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Pria bertubuh gempal ini lahir pada tahun 1992 di Desa Sampuran Simarloting, Kecamatan Halu Sihapas Padang Lawas Utara.

Kampung halamannya tersebut merupakan desa tertinggal yang sulit dijangkau, karena akses transportasi jalan yang rusak. Walau perjalanan menuju kampus membutuhkan waktu hampir 12 jam dan ditambah pula perekonomian keluarga yang serba terbatas, ia tetap bersemangat menuntut ilmu hingga ke Kota Medan, demi masa depan yang lebih baik.

Berbagai kompetisi dan lomba pun diikutinya, hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan. Demikian kisah Muhammad Ja'far Hasibuan.

Seperti diketahui, Muhammad Ja'far Hasibuan adalah peraih medali emas berkat penemuannya, Biofar Shrimp Skin Care berupa singkatan dari BIO yang berarti alami, FAR berasal dari penggalan nama penemu Ja’Far, SHRIMP yang berarti udang halus kecil (bahan baku) dan SKINCARE yang mengindikasikan obat tradisional yang mampu menyembuhkan luka maupun penyakit kulit  yakni obat kulit bagi manusia dan hewan.

Bagaimana kisah Ja'far selanjutnya?

"Tonton kisah saya di Hitam Putih Live Senin 23 Seprtember 2019 Pukul 18:00 WIB," katanya, hari ini. (**)

Ja'far Hasibuan: Mari Kita Doakan Pak Habibie Semoga Cepat Sembuh


MAJAHNEWS.COM ■ Ilmuwan muda ICMI, Muhammad Ja'far Hasibuan, menyesalkan para pihak yang telah menyebarkan berita hoak seputar sakitnya tokoh Nasional BJ Habibie.

"Saya Muhammad Ja'far Hasibuan mewakili Generasi Muda  ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita hoak seputar Pak Habibie. Selain menyesatkan, berita itu sudah meresahkan," kata Ja'far, kepada SelayarPos .Com, hari ini (10/9).

Dalam kondisi saat ini, menurut ilmuwan muda asal Sumut yang berhasil menggoncang dunia internasional lewat penemuannya tentang Obat Kulit Bagi Manusia dan Hewan Luar dan Dalam ini, yang dibutuhkan adalah doa untuk kesembuhan Bapak BJ Habibie.

"Untuk itu, kami mohon dukungan doa segenap elemen bangsa untuk kesembuhan Bapak BJ HABIBIE, Semoga cepat Sembuh dan menjadi pencerah bagi generasi muda indonesia," katanya.

Menurut Ja'far, kondisi Pak BJ HABIBIE masih dalam perawatan intensif di CICU RSPAD sampai pagi dini hari tadi masih stabil.

"Jadi, kami sampaikan bahwa berita duka yang tersebar tersebut tidak benar," imbuhnya.

Aisha Syifa

Program Kerja Muhammad Ja'far Hasibuan

  • Pertama, Ja'far akan fokus dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dibidang Ekonomi kerakyatan
  • Kedua, berkontribusi pada pengurangan tenaga kerja usia produktif
  • Ketiga, penciptaan nilai tambah bagi ekonomi santri dan warga golongan menengah ke bawah
  • Keempat, Prioritas ikut berkontribusi bagi pengembangan dunia pendidikan
  • Kelima, fokus agar pertumbuhan ekonomi yang berbasis investasi ekspor dan perbaikan konsumsi rumah tangga terwujud

Pabrik Biofar Shrimp Skincare di Asahan

Biofar Shrimp Skincare merupakan obat herbal yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit luar dalam, baik untuk hewan maupun manusia. Kalian tidak perlu takut lagi untuk berobat, karena kami siap memberikan solusi bagi kalian untuk menyembuhkan penyakit dengan harga yang terjangkau, dan dengan bahan yang alami serta tidak berbahaya. Kami menggunakan bahan yang terbuat dari udang khas Pesisir Selatan Malaka yang di sana dikenal sebagai Udang Halus Kecil Segar yang berhabitat di bawah hutan bakau. .

Produk ini ditemukan oleh ilmuwan muda bernama Muhammad Ja'far Hasibuan yang mulai dikenal sejak dia meraih Juara Umum Santripreneur Award 2018 Kategori Boga Tanaman Langka (Olahan Pangan). Penghargaan ini merupakan prestasi ke-19 yang ia capai, setelah sebelumnya telah didahulu oleh berbagai prestasi dan capaian di bidang organisasi kepemudaan serta bidang kewirausahaan. Putra Indonesia asal Sumatera Utara ini makin berjaya pasca dia berhasil menyabet medali emas dalam ajang China Sanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) di Sanghai, China yang digelar pada 19-21 April 2019. .

Usai itu, Ja'far terus berkarya dan mengembangkan produk yang terbuat dari udang khas Pesisir Selatan Malaka yang di sana dikenal sebagai Udang Halus Kecil Segar yang berhabitat di bawah hutan bakau. Menurut Ja'far, di wilayahnya banyak terdapat udang jenis itu.

Agenda Ja'far Membangun Indonesia

Indonesia ini negeri yang amat makmur, terbentang dari sabang hingga merauke, dan kita sebagai warga perlu berkontribusi membangun indonesia yang mandiri

Videos From Ja'far

Inilah Muhammad Ja'far Hasibuan, saat menjadi nara sumber di TV Nasinal Trans7 .

Our Team Ja'far Hasibuan

Tim Manajemen kami memiliki pengalaman yang luas di pasar herbal dan manajemen investasi. Sebagai pemimpin yang berpengalaman dalam bidangnya masing-masing, tim manajemen kami akan mampu memimpin perusahaan kami bernavigasi melalui dinamika industri herbal Indonesia. Disatukan oleh visi dan perspektif jangka panjang, tim manajemen kami bekerja sama dengan seluruh karyawan, membantu MITRA mencapai tujuan investasinya yang pada akhirnya dapat menciptakan nilai lebih jangka panjang bagi MITRA kami.

Thina
Carlos
Catherine
Jihan
Sarah

Gallery Foto Ja'far Hasibuan

gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE

Masukkan email untuk info terbaru

Enter your email and get attractive offers from us

Anda bisa mengikuti perkembangan kami, silahkan follow us jika berkenan.