• Jelajahi

    Copyright © MAJAHNEWS.COM | BERITA ISLAM TERKINI HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Santri Ini Akan Launching Pabrik Biofar Shrimp Skincare, Ini Dia Rencana Besar Muhammad Ja'far Hasibuan

    MAJAHNEWS
    Jumat, 22 November 2019, 03:31 WIB Last Updated 2019-11-21T20:31:32Z
     Santri Ini Akan Launching Pabrik Biofar Shrimp Skincare, Ini Dia Rencana Besar Muhammad Ja'far Hasibuan

    MAJAHNEWS.COM ■ Lagi, nama Muhammad Ja'far Hasibuan kembali menjadi buah bibir. Pasalnya, ilmuwan muda penemu obat kulit luar dan dalam bagi hewan dan manusia itu menunaikan nadzarnya akan membangun pabrik Biofar Shrimp Skincare di Sumatera Utara.

    "Alhamdulillah, akad pembelian lahannya sudah kita tunaikan. Insha Allah, akhir Desember nanti kita akan launching sekaligus peresmian pembangunan pabrik Biofar Shrimp Skincare di Sumatera Utara," kata Ja'far, dengan nada penuh bersyukur, hari ini. (22/11).

    Menurutnya, keberhasilannya itu karena berkat kegigihan serta kerja kerasnya selama ini. Tak lupa juga karena doa dari orang tua. "Ya tentu, doa ibu selalu mengalir dalam setiap ikhtiarku," jelas Ja'far.

    Perihal pabrik Biofar Shrimp Skincare yang bakal dibangun tersebut, Ja'far masih enggan menyebut jumlah dan  nilai investasinya. Hanya saja dia membenarkan telah menjual beberapa aset milik pribadinya.

    "Insha Allah cukup dan berjalan lancar. Allah maha kaya, kalau niat kita ikhlas dan bisa memberi kontribusi kepada warga, terlebih dapat membantu mereka dengan lapangan pekerjaaan nantinya, maka berapa pun besarnya investasi akan dimudahkan dan dilancarkan urusannya," ujar Ja'far yakin.

    Sebagai bukti rasa syukurnya itu, minggu lalu Ja'far menggelar pengajian, sekaligus mengundang anak yatim piatu, untuk bisa berbagi dan membahagiakan mereka.

    "Karena doa mereka (yatim piatu) itulah, saya bisa seperti ini," papar Ja'far terus terang.

    Kepedulian Ja'far ternyata tak sampai disini saja. Diam-diam, Ja'far telah membebaskan biaya pembelian obat herbal temuannya itu terhadap banyak orang. "Selama masa promo dan pengenalan, saya memang membebaskan biaya obat herbal itu. Mungkin dengan cara seperti ini, saya bisa membantu mereka. Dan banyak yang sudah sembuh memberi kabar, saya merasa ikut bahagia," ungkapnya.

    Niat tulus Ja'far ini didasari oleh pertimbangan harga obat-obatan yang kini cukup mahal. Selain itu, banyaknya pasien BPJS yang mengeluh tentang iuran dan biaya obat yang sudah tidak terjangkau lagi, utamanya dialami oleh sebagian orang yang memiliki penghasilan rendah.

    "Jadi semata-mata karena Allah, kita bisa berbagi keilmuan. Adakalanya kita tidak bicara bisnis, tapi lebih pada nilai kemanusiaan.  Dan jika nanti Allah berkehendak, saya bisa bertemu Bapak Presiden Jokowi, saya akan menawarkan konsep ini. Setidaknya memberi solusi terkait biaya BPJS," ujar Ja'far serius.

    Bahkan untuk maksud tersebut, Ja'far mengaku sudah mempersiapkan konsep itu untuk Presiden Joko Widodo.

    Lalu, siapakah sebenarnya Muhammad Ja'far Hasibuan?

    Barangkali ada yang masih belum mengenal sepenuhnya siapa Muhammad Ja'far Hasibuan ini.

    Nama Ja'far mulai dikenal sejak dia meraih Juara Umum Santripreneur Award 2018 Kategori Boga Tanaman Langka (Olahan Pangan). Penghargaan ini merupakan prestasi ke-19 yang ia capai, setelah sebelumnya telah didahulu oleh berbagai prestasi dan capaian di bidang organisasi kepemudaan serta bidang kewirausahaan.

    Putra Indonesia asal Sumatera Utara ini makin berjaya pasca dia berhasil menyabet medali emas dalam ajang China Sanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) di Sanghai, China yang digelar pada 19-21 April 2019.

    Usai itu, Ja'far terus berkarya dan mengembangkan produk yang terbuat dari udang khas Pesisir Selatan Malaka yang di sana dikenal sebagai Udang Halus Kecil Segar yang berhabitat di bawah hutan bakau. Menurut Ja'far, di wilayahnya banyak terdapat udang jenis itu.

    Inovasinya ini diberi nama sebagai Biofar Shrimp Skin Care. Menurut Ja'far inovasinya itu bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit serta luka di kulit.

    "Uji coba pada manusia yang terkena luka benda tajam, secara positif dapat menyembuhkan rasa nyeri dalam dua jam," kata Ja'far.

    Meski sudah menyandang gelar Ilmuwan muda, Ja'far mengaku bahwa dirinya bukan lulusan dari keilmuan eksak, seperti kimia atau biologi. Namun ia mengaku bahwa ia sejak berada di bangku SMP dirinya sudah mandiri.

    "Saya hanya lulusan pesantren, kemudian melanjutkan ke Universitas Islam Negeri Sumatera Utara jurusan Bimbingan Konseling (BK)," kata Ja'far.

    Ia mengaku sejak kelas 1 SMP ayahnya meninggal dan menurutnya, ilmunya itu merupakan ilmu pemberian dari Allah.

    Ilmuwan yang berasal dari Padang Lawas Utara, Sumatera Utara ini memiliki 9 orang saudara, dibesarkan dalam sebuah keluarga yang sangat sederhana. Berawal dari keterbatasan keluarga, Ja'far tumbuh menjadi pemuda yang gigih dan pekerja keras. Saat ini, Ja'far dikenal sebagai pemuda dengan segudang prestasi yang mumpuni, khususnya dibidang kewirausahaan.

    Penemuannya pun diakui dunia, pasca dinobatkan sebagai pemenang dan berhasil mengalahkan rivalnya di 193 negara ikut dalam kompetisi itu, Bank Dunia kemudian meliriknya untuk pengembangan usaha yang dirintisnya ini.

    Untuk keperluan itu, Ja'far baru-baru ini silahturahmi dengan Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.

    "Alhamdulillah, Bapak Kapolda memberi dukungan moril dan semangat, semuanya demi kemajuan Sumatera Utara," tutup Ja'far.

    ■ Firman Muntako

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini


    ORMAS ISLAM

    +