• Jelajahi

    Copyright © MAJAHNEWS.COM | BERITA ISLAM TERKINI HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Penyajian Lezat dari Kajian Buku Kamar Kata Community

    MAJAHNEWS
    Selasa, 19 November 2019, 10:41 WIB Last Updated 2019-11-19T03:45:21Z
      Penyajian Lezat dari Kajian Buku KamarKata Community

    MAJAHNEWS.COM ■ STKIP PGRI Ponorogo kembali mengadakan kegiatan Sekolah Literasi Gratis (SLG). Kegiatan tersebut dalam bentuk program review buku, yang berlangsung di Graha Saraswati STKIP PGRI Ponorogo, pada Sabtu, 16/2019 lalu.

    Kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh Komunitas Kamar Kata dari Karanganyar menjadi bahan kajian.

    Kepala STKIP PGRI Ponorogo, Dr. H. Sutejo, M.Hum, memulai ulasan buku dengan risalah yang indah tentang penulisan.

    "Kebanyakan orang merasa patah hati, terluka, dan tersiksa karena cinta, melalui Kamar Kata Community kita dapat belajar bahwa semua perasaan sedih itu tidak hanya menimbulkan rasa sakit tetapi juga memicu imajinasi kita untuk menjadi lebih produktif di tempat kerja," kata pria yang memprakarsai Sekolah Literasi Gratis.

    Lebih lanjut, Dr. H. Sutejo, M.Hum mengatakan bahwa perasaan sedih dan sakit berubah menjadi karya magis oleh komunitas Kamar Kata. Kumpulan cerita pendek berjudul Dua Tragedi, Sejarah Maaf, dan Ziarah Hati adalah salah satu contohnya.

    "Pekerjaan mereka seolah-olah matahari yang selalu kita tunggu terbit setiap pagi," katanya pada sambutan pembukaan.

    Diskusi diadakan di Graha Saraswati dengan Yuditeha, Kepala Kamar Kata, sebagai pembicara utama bersama dengan sesama penulis dari komunitas. Frengky Nur Faria Pratama, seorang pengamat budaya dan telah menghadiri Youth Cultural Camp 2019, dan staf LPPM STKIP PGRI Ponorogo menjadi pemicu-antusias dalam diskusi yang menarik.

    Dalam presentasinya, Yuditeha menjelaskan bahwa kebanyakan orang tidak dapat mengenali informasi dalam bentuk visual, sehingga tidak dapat dipertahankan sebagai memori orang tersebut.

    "Bagi saya, tidak peduli seberapa sulit suatu masalah, seberapa berat itu, akan selalu ada solusi ketika kami mencoba menuliskan masalahnya," katanya.

    Yuditeha juga menunjukkan bahwa di Komunitas Kamar Kata, mereka tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar menjadi penulis yang berkarakter baik dan belajar berbicara.

    "Terkadang untuk membuat karya dengan kesan luar biasa dan hasil sensasi tertulis dan visual, kita juga perlu membayangkan hal-hal yang kita sukai, seperti yang terjadi pada rekan-rekan kami dari Komunitas Kamar Kata yang dapat menerbitkan Dua Tragedi, Sejarah Maaf dan Ziarah Hati singkat cerita. Mereka memasukkan pengalaman pribadi mereka bersama imajinasi mereka," tambahnya.

    Kegiatan ulasan buku juga dihadiri oleh penulis, mahasiswa, siswa SMA, dan masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan menumbuhkan motivasi kreatif. Kamar Kata Community menulis cerita yang layak dibaca. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan banyak penulis hebat, seperti menulis menjadi hobi serta alat komunikasi. Itu juga menggambarkan bahwa menulis tidak selalu berasal dari dunia nyata: bahkan mimpi bisa menjadi bahan tulisan.

    Diskusi keaksaraan tampaknya terjadi dengan tenang dan tenang meskipun cuaca mendung dan gerah. Para peserta sangat antusias, sejumlah pertanyaan diajukan untuk kru Yuditeha dan Kamar Kata. Devi Ridho misalnya, salah satu peserta dari SMA Badegan I menyatakan kesulitannya menemukan ide.

    "Bagaimana cara menggali ide penulisan ketika kita berada di jalan buntu penulisan?"

    Kru Kamar Kata memberitahunya beberapa tips untuk menemukan ide. Melihat realitas sosial, menonton film, berkonsultasi dengan teman, dan selalu menemukan informasi tentang apa pun itu empat tips yang disarankan oleh anggota masyarakat secara bergantian.

    Sebagai bentuk apresiasi, Kepala STKIP PGRI Ponorogo memberikan sejumlah buku kepada para peserta. Buku berjudul Jembatan Makna yang Terbuka oleh STKIP PGRI siswa Ponorogo menjadi hadiah bagi para peserta. Penghargaan ini juga bertujuan untuk menularkan semangat literasi dan produktivitas kepada para peserta dan masyarakat umum.

    Reporter: Diana Sofya
    Siswa STKIP PGRI Ponorogo, Pendidikan Bahasa Inggris


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini


    ORMAS ISLAM

    +